
Penulis: Yusron Dwi Aji Prasetio
Banyuwangi Park kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya daerah dengan turut ambil bagian dalam Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Pada gelaran tahun ini, BEC mengangkat tema Perang Bayu, sebuah peristiwa bersejarah yang menjadi tonggak lahirnya Banyuwangi pada tahun 1771.
Melalui tema tersebut, BEC tidak hanya menghadirkan pertunjukan kostum yang megah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mengenal kembali perjalanan sejarah perjuangan rakyat Blambangan dalam mempertahankan tanah kelahirannya. Tema Perang Bayu dibagi menjadi beberapa subtema yang masing-masing memiliki makna tersendiri.
Subtema Hasil Bumi menggambarkan kekayaan alam Blambangan yang menjadi salah satu alasan bangsa VOC datang ke wilayah ini. Selanjutnya, subtema Situs Perang mengangkat berbagai lokasi bersejarah yang menjadi saksi berlangsungnya Perang Bayu. Ada pula subtema VOC dan Antek-Anteknya yang merepresentasikan kekuatan penjajah beserta pihak-pihak yang mendukungnya. Sementara itu, subtema Alat dan Genderang Perang menampilkan perlengkapan yang digunakan dalam peperangan sebagai simbol semangat perjuangan.
Puncak dari rangkaian tema tersebut hadir melalui subtema Pejuang, yang mengangkat dua tokoh penting dalam sejarah Perang Bayu, yaitu Sayu Wiwit dan Rempeg Jogopati. Pada kesempatan ini, Banyuwangi Park dipercaya menampilkan dua kostum dari subtema Pejuang yang merepresentasikan kedua sosok tersebut, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan Blambangan.
Partisipasi Banyuwangi Park dalam BEC 2026 merupakan hasil dari proses persiapan yang panjang dan penuh dedikasi. Seluruh tim berupaya memberikan penampilan terbaik, mulai dari proses perancangan dan pembuatan kostum hingga latihan intensif yang dilakukan oleh para talent. Setiap gerakan koreografi, ekspresi, dan detail penampilan dipersiapkan secara maksimal agar mampu menyampaikan semangat perjuangan yang terkandung dalam kisah Perang Bayu.
Di balik penampilan tersebut terdapat kolaborasi dari berbagai tim Banyuwangi Park yang bekerja dengan penuh semangat. Proses artistik dan pembuatan kostum dipimpin oleh Firman bersama tim art. Penampilan diperagakan oleh dua talent terbaik Banyuwangi Park, Ulfa Dwi Lestari yang membawakan karakter Sayu Wiwit serta Indra yang membawakan karakter Rempeg Jogopati.
Dukungan penuh juga diberikan oleh Ni Luh Putu Eka dan Diah Ayu selaku tim Human Resources yang terus mendampingi selama proses persiapan. Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinasikan oleh Yusron Dwi Aji Prasetio dengan dukungan Achmad Affandi, sehingga setiap tahapan persiapan hingga penampilan dapat berjalan dengan baik. Serta seluruh tim yang tidak bisa disebutkan satu - persatu yang ikut serta dalam mensukseskan dari segala persiapan hingga pertunjukan.
Keikutsertaan Banyuwangi Park dalam Banyuwangi Ethno Carnival 2026 bukan sekadar berpartisipasi dalam sebuah festival budaya, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian sejarah, budaya, dan identitas Banyuwangi. Melalui semangat Perang Bayu yang ditampilkan di atas panggung BEC, Banyuwangi Park berharap generasi muda semakin mengenal, menghargai, dan bangga terhadap perjuangan para leluhur yang telah mengantarkan lahirnya Banyuwangi.
Semangat perjuangan yang diwariskan oleh Sayu Wiwit dan Rempeg Jogopati menjadi pengingat bahwa budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. Melalui kolaborasi dalam Banyuwangi Ethno Carnival 2026, Banyuwangi Park akan terus mendukung berbagai kegiatan budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah dan mempromosikan kekayaan budaya Banyuwangi kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.







Facebook
Instagram
Tiktok